Kenapa bisa demikian ? Pertanyaan yang bagus. Dalam skala kecil, inilah penyebabnya:
ya.. trafo ini tugasnya adalah menurunkan tegangan listrik dari kurang lebih 25.000 volt menjadi tegangan rumahan 220 volt. Dengan kemampuan (daya = watt) tertentu sesuai dengan spesifikasi trafo. Daya ini kemudian dibagi ke rumah-rumah langganan sesuai dengan permintaan daya pelanggan. Ada yang 450W, 900W, 1200W, 2200W, dan lain-lain sesuai permintaan.
Karena itu, PLN menyesuaikan kapasitas trafo ini dengan total daya yang hendak dipakai pelanggan-pelanggan, ditambah toleransi. Pernah dengar berita trafo PLN meledak ? Penyebabnya adalah total daya yang dipakai pelanggan melebihi kapasitas yang bisa disediakan oleh trafo ini. Dan itu sudah ekstrim sehingga trafo menjadi panas berlebih, dan bummm... Kalaupun trafonya kuat dan tidak sampai meladak, pasti tegangannya menjadi turun, bahkan hingga separuh. Nah, tu kan, ketemu penyebabnya...
Penurunan tegangan skala kecil ini dapat dirasakan pada pelanggan PLN rumahan yang terhubung dalam satu jalur trafo itu saja.
Sedangkan jika satu pulau Bali tegangan listriknya turun, itu sudah termasuk skala besar.
Fakta-fakta yang terjadi di lapangan yang bisa menjadi penyebab turunnya tegangan PLN skala kecil adalah:
1. Kualitas trafo yang menurun akibat usia penggunaan.
2. Penggunaan daya oleh pelanggan melebihi kapasitas trafo.
Yang nomer 2 ini, ternyata setelah diselidiki, ada intrik didalamnya. Dikota-kota besar, untuk mengajukan sambungan baru PLN bisa dibilang susah sekali. Biayanya mahal, plus kita harus menunggu lama, kadang sampai berbulan-bulan. Kenapa demikian ?
Sebelum menyetujui penyambungan baru, PLN harus evaluasi dimana jangkauan trafo sambungan baru itu. Apakah trafo itu masih tersedia kapasitasnya untuk daya yang diinginkan. Itulah kenapa lama sekali. Plus, jika ternyata daya trafo sudah tidak mencukupi, weee... masalah, tuh !
Dan... jika pemohon memaksa, biasanya (mudah-mudahan tidak) ada oknum yang meminta biaya lebih untuk melaksanakan hasrat pemohon. Jika ini terlaksana, trafonya pasti menjerit, tegangan yang keluarpun tidak lagi 220volt.
Ditambah, kalau ada yang mencuri listrik... maliing... maliing....
Mencuri listrik itu
dengan cara menyambung langsung (atau yang lebih profesional menggunakan kontaktor) kabel yang masuk kerumah ke kabel besar yang langsung ke tiang listrik. Jadi sebelum meteran, tuh. Kenapa ini mempengaruhi beban trafo ? Karena, MCB (yang suka turun tuh waktu listrik rumah nge-"jeglek", seperti gambar disamping), itu adalah pembatas daya listrik rumah. Jika kita memakai listrik melebihi daya sesuai kontrak, atau terjadi korsleting, MCB akan memutus. Nah, dah dapet nih gambarannya.Akibat-akibat yang ditimbulkan:
Waduh, ini nih.. menakutkan karena musti menyiapkan uang ekstra untuk memperbaiki pesawat elektronik. Yang jelas, bisa mati tuh pesawat. TV, CPU, Monitor, Kulkas, Freezer, Kipas Angin, AC, Dispencer, tu paling nggak tahan terhadap listrik yang naik turun.
Untuk TV dan Monitor, mungkin anda tidak tahu secara langsung efeknya. Namun, mesinnya tuh, terutama bagian Regulator/PowerSuply, bekerja keras untuk menyetabilkan tegangan. Dan, bila sudah capek, anda bisa tahu efeknya, dusss.., dan bau hangus tercium harum, peett.. TV anda mati.
AC, Kulkas, Freezer, Dispencer. Bila anda mendengar suara ber-geruduk dari mereka, lebih baik matikan saja dulu. Dengan listrik yang kurang, kompresornya tidak mampu berputar normal.
Komputer, jika susah start, atau sering restart sendiri, bisa jadi juga karena tegangan listrik kurang. (kalau nggak kena virus...!!?!) Power Suply-nya juga bekerja keras untuk menyetabilkan keluaran.
Menjengkelkan memang, namun mau gimana lagi. Bapak-bapak
yang di PLNpun dibuat pusing dan dengan semangat baja mengerahkan segala kemampuan untuk menambah pasokan listrik untuk negara kita tercinta... (Amiiinn....!).Semoga Uranium yang kita punya tidak jatuh ketangan asing sehingga kita bisa membuat PLTN di Indonesia kita... (lagi: Amiiiinnn..!)
Di gambar sebelah ini, menurut penelitian terdapat Uranium yang banyak. Dibawah tambang emas. (FreePort, Jaya Wijaya).
Minimal, apa yang bisa kita lakukan untuk menyelamatkan pesawat elektronik kita ?
Jawabannya hanya satu, STAVOLT. Stabilized Voltage, adalah alat untuk menyetabilkan tegangan listrik yang naik turun menjadi rata 220volt. Jika dalam keadaan baik dan normal, stavolt mampu mengatasi naik-turunnya tegangan bahkan pada saat ekstrim. Hal itu juga tergantung pada kualitas stavolt itu sendiri.

Bahkan, pada tegangan listrik yang naik turun terus menerus, stavolt bisa lebih maksimal kerjanya. Karena, seperti sifat peralatan listrik pada umumnya, pada penggunaan kontinyu sewajarnya, peralatan listrik bisa lebih awet dari pada yang jarang-jarang dipakai. Dipasaran, terdapat banyak jenis dan merek stavolt. Anda harus jeli memilihnya. Yang saya maksud pada tulisan ini adalah stavolt yang memakai motor dan trafo silinder.Ciri-cirinya, lebih berat, waktu pertama dihidupkan akan terdengar suara motor bergerak. Stavolt jenis ini mampu lebih tepat menyesuaikan keluaran listrik.
Kapasitas yang disediakan oleh tiap tipe-pun berbeda. Bila anda tidak tahu berapa daya yang dibutuhkan, ada baiknya anda bilang ke penjual untuk apa stavolt tersebut. Bila dananya cukup dan anda ingin menyelamatkan seluruh isi rumah, andapun dapat memakai stavolt master, dan dipasang sesudah meteran dan sebelum jalur utama rumah.
Well.. itulah bagi-bagi dikit dari SAE services, semoga berguna. Anda dapat meninggalkan comment apabila ada kesalahan dalam tulisan ini, atau ada yang kurang jelas.

AOC Razor, Monitor Paling Tipis dan Terbaru
Seberapa ramping sebenarnya fisik Razor? Tebalnya ‘cuma’ 1.29cm. yang di yakini sebaga LED “Tertipis di dunia,” saat ini . Dengan kata lain, monitor ini hemat tempat.
Tapi tipis saja kurang berarti bukan? Karena itulah seri The Razor tersebut dibekali fitur-fitur unggulan lain. “Green display, ramah lingkungan. Bebas timbal dan hemat konsumsi listrik sampai 50% (bila dibandingkan teknologi tradisional layar 4CCFL sebelumnya). Eco package, sehingga bisa didaur ulang. Kemasannya tidak menggunakan styrofoam,” .
Dari sisi dynamic contrast ratio, The Razor juga nomor wahid dengan spesifikasi 50.000.000:1. “Contrast ratio terbesar di dunia saat ini. Contrast ratio merupakan perbedaan gelap dan terang. Semakin besar rasionya, semakin tajam warna gambar yang di hasilkan .
Keunikan Razor juga terlihat dari letak tombol-tombol. Kalau di monitor lain, tombol-tombol diposisikan di bingkai layar, di Razor bingkainya justru bersih dari tombol. Tombol-tombol itu dipindahkan di kaki LCD. Menariknya lagi, tombol-tombolnya semua tombol sentuh yang bisa menyala. Maklum, namanya juga illuminating touch key.
Apa lagi keistimewaan Razor? Monitor supertipis ini bisa digantung di tembok. “Biasanya LCD tipis tidak bisa di-wallmount. Tapi yang ini bisa. Lubangnya ada di bawah kaki. Untuk menempelkannya ke dinding, kaki tidak perlu dilipat dan bisa langsung tempel,” Untuk mendukung desainnya yang sangat menawan The Razor juga di bekali dengan konektor DVI dan VGA serta response time 5ms.
Balutan warna depan hitam dan warna belakang putih semakin membuat The Razor tampil elegan yang akan memikat siapapun yang meliriknya .
AOC menghadirkan desain yang paling mutakhir: "Razor" e943Fw fitur ultra slim dengan ketipisan hanya 12.9mm .
Fitur panel LED RAZOR mampu menghadirkan kualitas gambar yang tajam, RAZOR memiliki perbandingan ultra high kontras rasio ( DCR ) 50.000.000 : 1, sehingga mampu menampilkan gambar di area gelap lebih tajam dibandingkan tehnologi layar display sebelumnya
Tehnologi LED Backlight pada RAZOR bebas dari unsur merkuri ( Hg ), mampu menghemat konsumsi energi listrik hingga 50% bila dibandingkan dengan tehnologi tradisional layar 4 CCFL terdahulu
fungsi e-saver tehnologi mampu mengurangi konsumsi listrik pada monitor
memungkinkan penggunanya melakukan setting konfigurasi konsumsi listrik pada level lebih rendah pada PC dengan mode screen saver atau pada kondisi mati, atau pada saat penggunanya hanya pergi sebentar
Illuminate touch key control dipadu dengan graphic OSD pada menu iconnya membuatnya sangat mudah di adjust sesuai keinginan, Lapisan ganda pada bagian belakangnya berfungsi sebagai wallmount yg dapat menghemat tempat sehingga terlihat lebih ramping dan tilt fungsion untuk kemudahan dan kenyamanan sudut pandang.
e943FW sangat ideal untuk professional dan penggunaan pribadi.
Direkomendasikan Untuk :
Power-saving electronics minimise energy consumption even during active viewing, through intelligent variation of display dynamics. New backlight technology requires less power and reduces environmentally toxic waste.
Spesifikasi Teknik & Detil Produk
- Screen Size: 18.5" W
- Viewable Image Size: 47.0cm
- Pixel Pitch: 0.3(H)×0.3 (V)mm
- Display Area: 409.8 (H)×230.4 (V)mm
- Brightness: 250 cd/m²
- Contrast Ratio (typical): 50000000:1 (DCR)
- Response Time (typical): 5ms
- Viewing Angle: 170/160 (CR≥10)
- Scan Frequency: H: 30K~80KHz V: 56~75Hz
- Pixel Frequency: 85.5MHz
- Recommended Resolution: 1366×768@60Hz
- Display Colours: 16.7M
- HDCP Compatible: Yes
- Input Signal: Analog RGB and DVI-D
- Input Connector: 15-pin D-Sub and 24-pin DVI
- Power Supply: 12VDC,3A
- Power Consumption: Power On: <18w(typical),>
- Plug & Play: DDC 2B/CI or VESA DDC2B™
- User Control: Auto, left, right, Menu, Power
- OSD Languages: 14 Languages
- Speakers: No
- Safety & Regulations: BSMI,CCC, FCC, cCSAus, CE, TUV-S, TUV-Bauart, EPA 5.0,Windows 7
- Wall-Mount: Yes
- Cabinet Colour: Black & White
- Mechanical Function: Tilt: -3°~12°
- W×H×D (w/base)mm: 447.2×350.9×182.4
- W×H×D (package)mm: 506×124×474
- Weight (Net /Gross): 2.12/4.49
Coba tengok panel belakang TV anda. Jika terdapat logo seperti gambar disamping kiri dan a
nda cari ada colokan seperti gambar disamping kanan, berarti TV anda telah dilengkapi dengan sebuah tekhnologi penghantaran gambar digital dan suara tanpa kompresi/pemotongan kualitas gambar/suara. HDMI adalah High Definition Multimedia Interface, digunakan pada peralatan layar penampil yang mendukung pemrosesan gambar secara HD (High Definition). Layar Penampil tersebut seperti, TV, Monitor, dan Projector. Gambar yang diperolehpun akan lebih jelas dan kinclong dibandingkan layar penampil konvensional. Untuk penjelasan tekhnis, klik disini..


Dear pembaca yang budiman..Setiap kali saya memperbaiki pesawat TV, sering saya lihat raut muka pemiliknya yang kebanyakan kebingungan, takut, dan khawatir.
Antara mengeluarkan uang untuk memperbaiki, atau membeli saja yang baru. Tak heran mereka sering bertanya terlebih dahulu berapa tepatnya biaya yang harus dikeluarkan, plus, akan awetkah pesawat TV tersebut selanjutnya.
Memang, pesawat elektronika itu tidak dapat dipastikan tingkat keawetannya. Pabrikanpun tidak bisa menjamin seratus persen bahwa komponen yang terpasang didalamnya akan tahan sekian tahun. Faktor yang menyebabkan kerusakannya pun banyak macam. Lingkungan sekitar ikut pula menentukan.
Pesawat elektronik keluaran baru, mayoritas secara kualitas bisa dibilang kurang bagus. Pabrikan saat ini lebih mementingkan tampilan dan harga jual yang murah.
Sudah banyak yang saya tangani berumur paling lama 3 tahun. Sangat berbeda dengan pesawat elektronik yang berusia lebih dari 5 tahun, yang ternyata lebih kuat.
Produk baru, dari segi kualitas bisa dilihat dari harga. Andapun bisa membandingkan, harga barang yang lebih murah jika dilihat sekilas akan jauh lebih jelek. Ada harga ada rupa.. dan HARGA tidak bohong, selama anda tidak tertipu.
Kebanyakan barang dari RRC kurang memuaskan dari segi kualitas, karena RRC lebih mengutamakan kuantity penjualan daripada kualitas.
Jadi, belilah peralatan elektronika sesuai kebutuhan, jangan memperturutkan ego dan emosi.
Salam.
sebuah judul yang menengangkan. Tapi tanpa disadari, itulah masalah yang sering kita hadapi sehari-hari. Beberapa hari yang lalu saya memperbaiki TV projection 43" di daerah Seminyak dengan kerusakan, gambarnya bergoyang naik-turun seperti gelombang. Setelah saya periksa, ternyata ic regulator tidak berfungsi dengan normal sehingga perlu diganti. Selesai diganti dan dicoba, gambarnya mau bagus seperti aslinya, meskipun tegangan listrik PLN setelah saya ukur hanya 180 volt. Seperti biasa, konsumen saya memafaatkan Stavolt untuk menstabilkan tegangan. Saya coba memakai stavolt tersebut seperti sebelumnya, selang beberapa menit, tercium bau hangus dari stavolt.
"Ya udah deh, nggak usah pakai stavolt, besok saya belikan stavolt baru", kata pemilik rumah. Sayapun menuruti apa katanya.
Besoknya, Bapaknya nelpon, katanya stavoltnya yang barupun terbakar lagi. Waaahh.. tambah lagi ni beban pikiran.
Analisa saya sih, bisa jadi memang stavoltnya yang udah rusak, lalu stavolt barunyapun cacat pabrik. Akan tetapi yang paling penting dari hal diatas adalah, tegangan listrik PLN yang kurang dari 220 volt. Namun pembaca yang budiman tidak perlu terburu-buru menyalahkan PLN. Karena saat ini pembenahan demi pembenahan terus dilakukan (menurut yang aku dengar dari 123). Kita dukung usaha-usaha itu. Semoga lekas selesai.
Melalui blog saya ini, saya bermaksud mengajak semua orang untuk peduli pada lingkungan sekitar, yang sadar atau tidak, telah ikut mendukung kelangsungan hidup kita. Lalu, apa hubungannya dengan judulnya ?
Begini: Kebakaran yang beberapa waktu lalu banyak melanda kota-kota besar, adalah salah satu wujud kurangnya kepedulian kita terhadap lingkungan. Penyebabnya adalah korsleting listrik. Plus perumahan penduduk yang begitu rapatnya dengan bahan yang mudah terbakar, sehingga mudah sekali bagi si jago merah untuk menyebarkan panas dan jilatannya.
- Korsleting listrik itu kebanyakan dari kabel listrik yang dipasang sembarangan. Stop kontak yang longgar, sambungan kabel yang tidak rapat, dan beban listrik yang berlebihan.
- Pesawat Elektronik (TV, DVD player, Ponsel, dll) yang mesinnya masih asli seperti asalnya dari pabrikan, sudah memiliki pengaman internal untuk meminimalisasi kecelakaan seperti kebakaran. Sebagai tukang memperbaiki pesawat elektronik selama lebih dari 10 tahun, saya telah banyak mengenali jenis kerusakan pesawat elektronik. Namun tak satupun pernah saya jumpai kerusakan pada pesawat tv yang mengakibatkan kebakaran. Semua pesawat tv selalu dilengkapi dengan pengaman dari korsleting internal baik berupa sekring (fuse) maupun rangkaian elektronik yang didesain sedemikian rupa sehingga memutus suplai listrik jika terjadi korslet internal.
- Pesawat Elektrik (Kulkas, AC, Pompa Air, Mixer, Blender, Kipas Angin, dll) dapat menimbulkan kebakaran. Karena seringkali gulungan kawat yang terdapat didalamnya terbakar. Jika daya listrik yang dipasang besar, dan instalasinya tidak bagus, bisa terjadi kelebihan beban pada pengkabelan. Kabel tidak bisa menahan, sehingga panas, isolasinya meleleh, disinilah terjadi kosrlet. Jika MCB (sekring otomatis yang dipasang dibawah meteran PLN) tidak mau turun, bisa timbul api yang dapat membakar sesuatu di sekelilingnya.
- Tegangan listrik yang tidak stabil, naik-turun, dapat mempegaruhi kinerja peralatan listrik yang menggunakan gulungan kawat. Gulungan kawat bisa menjadi cepat panas berlebihan sehingga terbakar. Hal ini sering terjadi pada AC, Kulkas, dan Dispenser Air panas dingin. Menggunakan stavolt berkualitas bisa menjadi alternative.
- Mencuri Listrik. Wow… double impact bisa menyerang anda. Penjara karena anda dianggap merugikan pihak PLN dan orang lain sesama pengguna listrik. Jangan dech… tidak ada pengaman yang bisa menjamin keselamatan anda dan lingkungan. Nonton tv pun nggak bisa nyaman karena was was.
Jaga tu pesawat listrik dan elektronik elok-elok. Jangan dekatkan dengan bahan cair atau gas yang mudah terbakar. Jaga kebersihan sekitar pesawat, dari debu, serangga, semut, cicak, tikus, dll. Suatu saat, akan saya upload foto si cicak bin kadal yang mampu menyebabkan korslet pada sebuah tv, dan terbakarnya sebuah CPU.
Nah.. mari peduli dengan listrik. Gunakan seperlunya. Panggil instalatir handal anda bila anda kurang yakin pada kabel listrik yang bergelantungan dirumah anda. Jangan sungkan menelepon ke 123, apabila anda mengetahui kabel listrik luar rumah yang kurang meyakinkan.
Tentang Gas LPG (baca: elpiji), tentu anda semua sudah mengetahui melalui berita di tv.
Ingat: Apabila anda mencium bau Gas yang menyengat, jangan pernah menghidupkan/mematikan peralatan listrik/elektronik. Cari sumber baunya dengan cepat dan tepat, evakuasi sumber Gas ke tempat yang terbuka sambil menghindari segala jenis api. Kalau perlu, teriak yang kencang untuk meminta bantuan.
Menghidupkan dan mematikan peralatan listrik sama-sama berpotensi menimbulkan percikan api pada saklar-saklar manual.
Best Regards;
Subur Abadi Elektronik Service
Silahkan tinggalkan comment anda….
Selasa, 11 Mei 2010
Perbedaan Plasma TV, LCD TV dan LED TV
Beberapa bulan ini di Indonesia mulai marak penjualan TV LED, mungkin kita bertanya –tanya apa sih LED? Gimana teknologinya? Keunggulan dan kelemahannya? Artikel ini berusaha menjawab kegundahan Anda. Sekaligus kita bandingkan dengan LCD dan Plasma yang telah dikeluarkan lebih dahulu oleh perusahaan – perusahaan elektronik. Plasma, LCD dan LED adalah tiga teknologi utama yang tersedia pada TV layar datar hari ini. Dan sebagian besar pembuat TV sekarang memiliki model di tiga teknologi. Sangat jarang kita melihat tiga jenis teknologi dalam satu lini produk, yang semuanya diproduksi dan dijual oleh pemain besar di industri.
Apa itu LCD, LED dan Plasma?
Pertanyaan pertama yang mungkin muncul di benak Anda adalah, apa perbedaan antara ketiga jenis TV itu? LCD singkatan dari Liquid Crystal Display. TV LCD memiliki kristal cair antara panel layar TV, yang akan diaktifkan bila arus listrik disuplai untuk itu. LED TV bekerja pada kristal cair yang sama platform, tapi cahaya berasal dari dioda pemancar cahaya (Light Emitting Diodes, LED) yang digunakan sebagai back-cahaya untuk TV ini, sedangkan TV LCD normal menggunakan lampu CCFL (Cold Cathode Fluorescent Lamps). Sebuah TV plasma bekerja pada platform yang sama sekali berbeda. Sebuah TV plasma memiliki selembar individu sel plasma, yang bisa diaktifkan ketika listrik dilewatkan ke TV. Baca terus untuk mengetahui bagaimana cara kerja TV plasma? Dengan demikian kita dapat melihat bahwa teknologi plasma dan LCD yang sama sekali berbeda, sementara perbedaan antara LCD dan LED hanya back-cahaya, yang mereka gunakan. Baca terus untuk TV layar datar tinjauan dan perbedaan antara LCD dan plasma TV.
Evaluasi poin #1: Contrast Ratio
Sebuah rasio kontras adalah kemampuan TV untuk menunjukkan daerah kontras tinggi pada layar. Daerah kontras tinggi adalah warna hitam dan putih dalam gambar. Jika TV memiliki rasio kontras yang baik, hal itu menunjukkan perbedaan antara daerah gelap dan terang layar sangat baik. Pengujian rasio kontras TV adalah dengan adegan-adegan dalam gelap, di mana kebutuhan untuk membedakan warna hitam diperlukan.
Kenyataan bahwa TV plasma umumnya memiliki rasio kontras yang lebih baik daripada TV LCD dan LED. Hal ini karena TV plasma memiliki plasma pada masing-masing sel, yang secara otomatis mengubah diri mereka pada bagian-bagian yang lebih gelap dari layar. TV LCD di sisi lain memiliki satu kristal cair sehingga saat harus menampilkan gambar gelap, CCFL harus meredup akibatnyawarna hitam tidak begitu meyakinkan. Di sisi lain, TV LCD didukung dengan lampu LED belakang memiliki sedikit tepi sebagai individu LED memutar diri ke dalam 'off' posisi di bagian gelap layar dengan demikian memberikan hitam yang lebih meyakinkan daripada TV LCD.
Hasil: Pada rasio kontras parameter, TV plasma dengan jelas telah di atas angin. LED TV yang berikutnya, disusul TV LCD yang terakhir.
Evaluasi poin #2: Viewing Angle
Viewing angle adalah sudut dimana gambar di TV dapat dilihat. Semua TV dapat dilihat saat Anda tepat di depannya, tapi karena semua pemirsa tidak bisa duduk tepat di depan TV dan harus duduk di sekitarnya (samping kanan dan kiri), maka parameter sudut menjadi sangat penting.
Pemenang untuk titik ini lagi adalah TV plasma. Citra TV plasma tetap baik dan kokoh untuk pemirsa di hampir setiap sudut. TV LCD jatuh kembali ketika sering ada kehilangan warna dan detail, ketika TV dilihat dari sudut menyamping. LED TV meminimalkan masalah yang dihadapi oleh TV LCD karena dengan desentralisasi kembali lampu sehingga memiliki sudut pandang yang lebih luas.
Hasil: Pada parameter sudut pandang, TV plasma adalah pemenang, diikuti oleh LED TV di tempat kedua dan LCD TV di tempat terakhir.
Evaluasi poin #3: Color
Hal ini cukup jelas bahwa warna-warna cerah dari TV akan menjadi pertimbangan penting dalam pikiran pembeli TV. Tetapi tidak ada pemenang pada parameter ini karena semua TV tampaknya menunjukkan gambar berkualitas baik. Perbedaan mungkin ada di antara dua model TV jenis yang sama atau dua merek TV yang berbeda, model harga yang lebih tinggi menunjukkan warna yang lebih baik, tetapi sebagian besar masih memiliki kualitas gambar yang sama. Dikatakan bahwa jika LED TV memiliki lampu berwarna, ia akan menampilkan gambar yang terbaik dari mereka semua, tapi hal ini masih diperdebatkan.
Hasil: Semua peringkat TV memiliki kualitas yang baik, harga yang menentukan yang lebih baik, karena dengan harga yang lebih tinggi biasanya pewarnaan layar akan lebih baik.
Evaluasi poin #4: Motion
LCD TV telah menunjukkan peningkatan yang besar pada parameter ini dalam beberapa tahun terakhir, tetapi tidak dapat diperdebatkan bahwa teknologi plasma memiliki kelebihan di sini. Ketika layar plasma memiliki sel-sel individual yang dapat me-refresh pada tingkat yang jauh lebih cepat. Aliran gerak telah menjadi momok bagi para pembuat TV LCD untuk waktu sekarang. LED TV sebagian besar menggunakan teknologi yang sama seperti TV LCD tetapi menunjukkan kinerja yang lebih baik dari LCD TV.
Hasil: Plasma untuk sekarang,masih jawara, disusul LED TV untuk urusan gerak.
Evaluasi poin #5: Power Consumption
Plasma TV mengkonsumsi lebih banyak tenaga daripada LCD TV, karena setiap sub-pixel di layar harus dinyalakan. Sebaliknya, kebutuhan TV LCD lebih perlu sedikit kekuatan untuk menerangi lampu belakang. Tapi LED TV adalah pemenang titik ini karena lampu LED belakang memiliki kekuatan lebih efisien dan lebih kecil kebutuhan listriknya.
Hasil: LED TV adalah pemenang pada titik ini, diikuti oleh LCD dan plasma.
Evaluasi poin #6: Lifespan
Kelemahan plasma TV, yang pembuatnya berusaha sekuat tenaga untuk memperbaiki ini, adalah umur. Kualitas dan kecerahan layar plasma mengambil pemukulan dalam waktu yang sangat singkat. Tetapi plasma keluaran sekarang datang dengan lebih efisien, yang memiliki potensi untuk bertahan lebih lama. Umur dari LCD dan LED TV tergantung pada umur dari lampu belakangnya, tetapi pada rata-rata umur TV tersebut seharusnya lebih daripada plasma TV.
Hal lain yang perlu dipertimbangkan selain umur adalah burn-in (terbakar). TV plasma memiliki beberapa masalah, karena memiliki potensi burn-in yang lebih besar pada layarnya. Para pembuat TV plasma mencari solusi untuk memperbaiki masalah ini juga. TV LCD dan LED jarang memiliki masalah layar terbakar.
Hasil: Pada titik ini, TV LCD telah menjadi pemenang, sementara umur dari lampu LED belakang tetap belum diuji, sebagai teknologi yang relatif baru. Tapi plasma mencoba untuk memperpanjang umur mendekati TV LCD.
Evaluasi poin #6: Price
Setelah mengatakan semua ini, pada akhirnya, keputusan bagi kebanyakan orang adalah dibuat oleh label harga. Bagi banyak orang di seluruh dunia, masalah label harga jauh lebih penting daripada enam poin belumnya.
Selama bertahun-tahun, plasma telah menikmati harga yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan LCD, namun sebagai ukuran produksi dan permintaan LCD meningkat, harga LCD ditetapkan untuk menjadi lebih dan lebih kompetitif dengan plasma. LED TV memiliki harga yang relatif mahal sebagai teknologi yang baru dikeluarkan. Untuk ukuran kecil plasma lebih murah, namun untuk saat ini TV berukuran lebar harga murah didominasi oleh LCD TV.
Hasil: Plasma adalah nomor 1 untuk TV ukuran kecil (dibawah 32 inchi), tetapi TV di atas 32 inchi lebih murah LCD. TV LED saat ini masih berharga 2 kali lebih mahal dari LCD untuk ukuran yang sama.
dicopy langsung dari http://harisahmad.blogspot.com/2010/05/perbedaan-plasma-tv-lcd-tv-dan-led-tv.html
